Kamis, 18 Februari 2016

Makalah tentang HTML

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Dunia informatika akan selalu bersifat dinamis, dalam artian akan selalu berkembang mengikuti jaman. Hal yang paling nampak adalah perkembangan internet. Saat ini semakin banyak bermunculan website-website di dunia maya. Sebagai user tentunya kita sangat sering menggunakan website tersebut.
Ada banyak sekali program-program yang dapat digunakan untuk membuat website tersebut, contohnya : php, dreamwaver, joomla, dll. Namun dasar dari pemrograman tersebut tetaplah satu yakni HTML.
Sebagai dasar pembuatan web sebaiknya bahasa pemrograman HTML harus dikuasai oleh web maker atau pembuat web. Namun dikarenakan banyaknya software ataupun web yang menawarkan pembuatan web secara instan, bahasa pemrograman HTML sering dilupakan, padahal ini merupakan dasar.
Berlatar belakang ini maka penulis pada makalah ini akan membahas mengenai bahasa pemrograman HTML.
1.2 Tujuan Penulisan
Setiap melakukan perkerjaan tentunya ada sasaran yang hendak dicapai. Demikian pula yang terjadi dalam penyusunan makalah ini. Tujuan penyusunan makalah ini adalah sebagai sarana pemenuhan atas tugas mata kuliah pemrograman terstruktur. Selain itu makalah ini juga disusun untuk menjawab permasalahan yang telah dijabarkan pada latar belakang masalah. Penulis berharap makalah ini pada akhirnya akan berguna sebagai sumber referensi bagi siapa saja yang ingin mempelajari mengenai bahasa pemrograman HTML.
1.3     Metode Pengumpulan Data
Dalam pembuatan makalah ini penulis menggunakan 2 metode yakni kepustakaan dan observasi. Metode kepustakaan disini maksudnya penulis menyusun makalah ini dengan menggunakan sumber referensi yang sudah ada.
Sedangkan metode observasi maksudnya  penulis mengambil beberapa sampel listing program dan didapat, mempraktekkannya dan mencoba menganalisanya.
1.4 Sistematika Penulisan
Makalah ini terbagi daslah 3 bagian inti, yakni:
BAB I : PENDAHULUAN
Pada bab ini akan dijelaskan mengenai latar belakang pemilihan tema, tujuan penulisan, metode yang digunakan penulis dan sistematika penyusunan makalah ini
BAB II : PEMBAHASAN
Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai dasar-dasar HTML, pengertian HTML, dan beberapa contoh pemrograman menggunakan bahasa pemrograman HTML.
BAB III : PENUTUP
Pada bagian ini akan diberikan kesimpulan dari pembahasan yang sudah ada sebelumnya.
BAB II
DESAIN WEB DENGAN MENGGUNAKAN HTML


2.1.    Pengertian HTML




HTML

HTML atau Hypertext Markup Language merupakan protokol yang digunakan untuk mentransfer data atau document dari web server ke browser kita (Internet Explorer, Netscape Navigator, NeoPlanet, dll). HTML dirancang untuk digunakan tanpa tergantung pada suatu platform tertentu. Dokumen HTML adalah suatu text biasa, dan disebut sebagai markup language karena mengandung tanda – tanda ( tag ) tertentu yang digunakan untuk menetukan tampilan suatu teks dan tingkat kepentingan dari teks tersebut dalam suatu dokumen. HTML inilah yang memungkinkan Anda menjelajah internet dan melihat halaman web yang menarik.
Pada dokumen HTML yang termasuk system bypertext, maka dari itu kita tidak harus   membaca dokumen tersebut secara urut dari atas kebawah atau sebaliknya. Ciri utama HTML adalah adanya tag dan elemen. Elemen tersebut adalah HEAD ini berfungsi  memberikan informasi tentang dokumen tersebut dan BODY yang berfungsi menentukan bagaimana isi suatu dokumen ditampilkan didalam browser.
Sekarang ini di pasaran terdapat banyak sekali HTML authoring (software yang digunakan untuk membuat atau mendesain halaman web). Macromedia Dreamweaver, Adobe GoLive, MS FrontPage sebagai contohnya. Tetapi tanpa mengetahui dasar-dasarnya kita tidak akan memperoleh hasil yang maksimal. Karena walaupun software-software tersebut semakin menawarkan kemudahan dalam membuat halaman web, tetapi biasanya seseorang masih perlu untuk mengedit halaman web tersebut secara manual. Terutama untuk halaman web yang sangat komplek.
Dalam tutorial ini Anda akan kami ajak untuk mengetahui dasar-dasar dari desain web. Yang dibutuhkan hanya sebuah word processor. Anda bisa menggunakan Notepad, WordPad, MS Word atau yang lainnya. Tapi yang paling mudah adalah menggunakan Notepad.
2.2 Struktur dasar HTML
HTML (Hypert Text Markup Language) merupakan bahasa pemrograman yang digunakan dalam pembuatan halaman web. Dalam penggunaannya sebagian besar    kode HTML tersebut harus terletak di antara tag kontainer. Yaitu diawali dengan <namatag> dan diakhiri dengan </namatag> (terdapat tanda “/”).
Berikut ini adalah kerangka dasar dokumen HTML yang merupakan aturan dari W3 Consortium.
<HTML>
<HEAD>***bagian dari head***</HEAD>
<BODY>***bagian dari body***</BODY>
</HTML>
Sebuah halaman web minimal mempunyai empat buat tag, yaitu :
<HTML>
Sebagai tanda awal dokumen HTML.
<HEAD>
Sebagai informasi page header. Di dalam tag ini kita bisa meletakkan tag-tag TITLE, BASE, ISINDEX, LINK, SCRIPT, STYLE & META.
<TITLE>
Sebagai titel atau judul halaman. Kalimat yang terletak di dalam tag ini   akan muncul pada bagian paling atas browser Anda (pada title bar).
Contoh : <TITLE>Tips HTML — http://www.klik-kanan.com</TITLE&gt;
<BODY>
Di dalam tag ini bisa diletakkan berbagai page attribute seperti warna latar belakang, warna teks, warna link, warna visited link, warna active link dan lain-lain.
Atribut :
BGCOLOR, BACKGROUND, TEXT, LINK, VLINK, ALINK, LEFTMARGIN & TOPMARGIN.
Contoh :
<BODY bgcolor=”#000000″ background=”images/pcb.gif” text=”#FFFFFF” link=”#FF0000″ vlink=”FFFF00″ alink=”#0000FF”>
Sebuah contoh sederhana dokumen HTML :
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Halaman pembuka
</TITLE>
</HEAD>
<BODY bgcolor=”#FFFFFF” background=”images/gambar1.gif” text=”#FF0000″>
Letakkan text, images, dan link Anda di sini
</BODY>
</HTML>
  1. a. Membuat Homepage Sederhana
Dalam pembuatah sebuah homepage, ada beberapa software yang dapat digunakan antara lain:
  1. Notepad
Program teks sederhana milik Windows yang dapat digunakan untuk mengetikkan perintah HTML. Jika kita menggunakan Linux atau unix, maka kita bisa menggunakan vi atau pico sebagai pengganti Notepad.
Adapun langkah kerja membuat homepage dengan menggunakan Notepad adalah:
  • Klik Start pada menu utama Windows
  • All Programs
  • Accessories
  • Notepad
  1. Pembuat Grafis
Untuk membuat gambar yang menarik perhatian. Seperti Adobe Photoshop, CorelDraw, dsb.
  1. Browser
Untuk melihat hasil/tampilan homepage dari program -program HTML yang telah kita ketikkan di Notepad. Yang kita gunakan kali ini adalah Microsoft Internet Explorer.
Ada 2 hal penting yang perlu kita ketahui yaitu fasilitas View Source dan Refresh yang berguna mempercepat pekerjaan jika kita menggunakan Internet Explorer, yaitu :
  • View Source, untuk melihat source (isi perintah HTML) dari sebuah dokumen HTML. Pada browser internet explorer,jika mengklik View lalu pilih Source, maka akan terlihat source dari dokumen tersebut seperti pada Notepad. Sehingga kita akan lebih mudah melakukan perubahan/edit dengan cepat
  • Refresh, melihat dengan cepat tampilan baru dokumen HTML yang telah di ubah. Dengan cara mengklik symbol refresh atau tekan F5.
  1. b. Pengaturan Tampilan Homepage
Agar tampilan desain lebih menarik, maka dalam membuat program HTML sebaiknya juga memperhatikan beberapa properti, yaitu :
1) HTML Format Teks
Untuk mendapatkan halaman web yang baik Anda harus melakukan pengaturan terhadap teks seperti memilih jenis dan ukuran huruf, perataan, dll. Tag-tag di bawah ini yang biasa digunakan dalam pengaturan teks :
  • Headers: <Hn>..</Hn>
Digunakan untuk mengatur ukuran huruf pada header. “n” mempunyai nilai antara 1 – 6 atau antara <H1> sampai <H6>, dengan <H1> merupakan ukuran terbesar dan <H6> merupakan ukuran terkecil.
Contoh tulis dalam notepad :
<HTML><BODY>
<H1>Header level 1</H1>
<H2>Header level 2</H2>
<H3>Header level 3</H3>
<H4>Header level 4</H4>
<H5>Header level 5</H5>
<H6>Header level 6</H6>
<HTML><BODY>
  • Paragraph Baru: <P>
Digunakan untuk pindah alinea atau paragraf. Tag ini bisa diberi akhiran </P> tapi juga bisa tidak diberi.
Perhatikanlah contoh tulisan di bawah ini: <HTML><BODY>
Paragraf pertama <P>Paragraf kedua <P>Paragraf ketiga
</BODY></HTML>
  • Line Break: <BR>
Line break digunakan untuk pindah ke baris baru. Cobalah membuat tulisan berikut pada Notepad:
<HTML><body> baris pertama
Baris kedua
Baris ketiga
<HTML><BODY>
Kesimpulannya, penekanan tombol Enter tidak menghasilkan baris dalam tampilan browser. Demikianlah sifat penulisan dokumen HTML. Lantas, bagaimana caranya membuat baris? Gunakanlah tag <BR>. Tag ini tidak mempunyai tag penutup. Bukalah source kode file HTML tadi lalu edit seperti berikut:
<HTML><BODY>
Baris pertama
<BR>Baris kedua
<BR>Baris ketiga
</HTML></BODY>
Simpan kemudian lihat hasilnya dengan me-refresh pada browser. Hasilnya akan seperti ini:
Baris pertama
Baris kedua
Baris ketiga
Membuat baris kalimat,  Tag <BR> tersebut dapat pula digunakan untuk membuat baris kosong, artinya baris yang tidak mempunyai kalimat apa-apa. Editlah sekali lagi source code menjadi seperti ini:
<HTML><BODY>
Baris pertama<BR><BR>Baris kedua kosong, dan ini baris ketiga<BR><BR><BR>Baris keempat dan kelima kosong, dan ini baris keenam
</BODY></HTML>
Simpan lalu refresh sekali lagi maka hasilnya akan seperti ini:
Baris pertama
Baris kedua kosong, dan ini baris ketiga
Baris keempat dan kelima kosong, dan ini baris keenam
Di sini kita lihat bahwa tag <BR> yang ditulis dua kali akan menghasilkan dua baris, demikian seterusnya.
  • No Line Break: <NOBR>
Bila digunakan tag ini maka teks yang panjang tidak secara otomatis pindah baris bawahnya bila baris pertama sudah terlalu panjang.

  • Font <FONT>
Untuk mendefinisikan berbagai attribut FONT, yaitu : SIZE, FACE, COLOR.
Size adalah Ukuran font yang digunakan, berkisar antara 1 – 7 dengan 1 merupakan ukuran terkecil dan 7 merupakan ukuran terbesar.
Face adalah jenis atau nama font. Anda bisa memilih maksimal 3 jenis font yang masing-masing dipisahkan oleh koma. Bila terdapat spasi yang terletak pada nama font maka harus digunakan tanda garis bawah ( _ ). Dalam memilih jenis font ini harus dipertimbangkan apakah font yang kita gunakan pada halaman web kita nantinya akan terdapat pada komputer pengguna yang lain (pengakses web kita). Pendeknya kita tidak usah menggunakan font-font yang bentuknya aneh-aneh, gunakan saja font standar. Tapi bila Anda ingin menggunakan font yang sedikit “aneh” Anda bisa menggunakan graphic.
COLOR adalah Warna font, didefinisikan dengan menggunakan nilai RGB/HEX atau bisa juga langsung menggunakan nama warna (red misalnya).
Contoh :
<FONT SIZE=4 FACE=”Verdana, Arial, Helvetica” COLOR=”#FF0000″>Contoh teks yang berwarna merah</FONT>
Hasilnya akan terlihat seperti :
Contoh teks yang berwarna merah
  • <BASEFONT>
Digunakan untuk mendefinisikan “default text”. Attribut sama dengan attribut FONT. Tag FONT akan mengoverwrite setting pada BASEFONT.
Contoh :
<BASEFONT SIZE=2 FACE=”Arial,Helvetica” COLOR=”#FF0000″>
  • <CITE>Digunakan untuk quoting text
  • <CODE>
Monospaced font (digunakan bila Anda ingin meletakkan (memperlihatkan) kode HTML pada dokumen HTML Anda).
  • <SAMP>
Monospaced font (digunakan bila Anda ingin meletakkan (memperlihatkan) kode HTML pada dokumen HTML Anda)
  • <KBD>
Monospaced font (digunakan bila Anda ingin meletakkan (memperlihatkan) kode HTML pada dokumen HTML Anda) <BIG> Ukuran teks akan lebih besar satu ukuran.
  • <SMALL> Ukuran teks akan lebih kecil satu ukuran
  • <SUP> Membuat tekssuperscript
  • <SUB> membuat tekssub script
  • <ABBREV>Abbreviations
  • <ACRONYM> Untuk akronim
  • <PERSON> Digunakan untuk indexing
  • <Q> Membuat short inline quotation
  • <VAR> Membuat variable name, selalu dalam ITALICS.
Selain tag dan atribut di atas, masih terdapat lagi tag-tag yang berhubungan dengan pengaturan teks, yaitu :
  • <I> Italic text
  • <U> Underscore
  • <TT> Typewriter
  • <S> Strikeout – draws a line through the text
  • <PRE> Preformatted Text
  • <DFN> Definition
  • <BLINK> Text berkedip (lebih baik jangan digunakan)
  • <STRONG> Strong
  • <ADDRESS>
Tag-tag ini berfungsi untuk mengubah tipe huruf yaitu menebalkan (bold), membuat tulisan miring (italic) atau memberi garis bawah (underline). Buka lagi program Notepad kemudian tuliskan seperti berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Tipe-tipe Teks</TILE>
</HEAD>
<BODY>
Ada tiga macam tipe tulisan yang paling sering digunakan dalam penulisan dokumen apa saja. Ketiga tipe tersebut ialah tulisan tebal, tulisan miring dan tulisan bergaris bawah. Bisa pula dua tipe huruf dipadukan misalnya tulisan tebal dan miring, tulisan tebal dan bergaris bawah atau tulisan miring dan bergaris bawah. Bahkan bisa pula ketiga tipe tulisan tersebut sekaligus bergabung menjadi satu berupa tulisan tebal, miring dan bergaris bawah.
2) HTML Image ( gambar )
Digunakan untuk menampilkan image atau animasi gif pada halaman web Anda. Atributnya adalah : alt, align=(center, left, right), hspave, vspace, border, width & height.
Contoh :
<IMG SRC=”logo.gif” alt=”Ini adalah logo halaman pembuka” width=200 height=100>
<IMG SRC=”logo.gif” hspace=10 vspace=5 align=right border=2>
3) HTML Links :
Digunakan untuk membuat link ke halaman lain. Tulisan yang terletak antara <A> dan </A> akan terdapat garis bawah.
Contoh :
<A HREF=”halaman2.html”>Klik di sini</A> Untuk membuat link ke halaman lain.
<A HREF=”mailto:webmaster@klik-kanan.com”>Klik di sini</A> Untuk membuat link pada alamat e-mail.
<A HREF=”#aplikasi”>Klik di sini</A> Untuk membuat link ke bagian lain pada halaman yang sama.
<A HREF=”halamanlain.html#aplikasi”>Klik di sini</A> Untuk membuat link kebagian lain pada halaman yang berbeda.
<A HREF=”halaman2.html”><IMG SRC=”gambar.gif”></A> Untuk membuat link dengan menggunakan gambar.
4) HTML List ( dasar urutan )
Terdapat tiga tipe list yang dapat digunakan, yaitu :
  • Unordered Lists <UL>
Untuk membuat daftar item dengan tanda bullet. List entries didefinisikan dengan tag <LI>.
Contoh :
<UL>
<LI> Item nomer 1
<LI> Item nomer 2
<LI> Item nomer 3
</UL>
Hasil dari kode di atas adalah:
Item nomer 1
Item nomer 2
Item nomer 3
Dengan atribut TYPE Anda dapat mendefinisikan bentuk disc, circle atau square  bullet point.
Contoh : <UL COMPACT>
  • Ordered Lists: <OL>
Juga digunakan untuk membuat daftar item, dengan tiap item dapat menggunakan angka arab atau romawi. List entries juga didefinisikan dengan <LI> tag.
Contoh :
<OL TYPE=I>
<LI> Item nomer 1
<LI> Item nomer 2
<LI> Item nomer 3
</OL>
Hasil dari kode di atas adalah :
Item nomer 1
Item nomerr 2
Item nomerr 3
Untuk TYPE Anda dapat juga menggunakan :
1– Default numbers, 1, 2, 3, etc.
A– Huruf besar. A, B, C, etc.
a– Huruf kecil. a, b, c, etc.
I– Romawi huruf besar. I, II, III, etc.
i- Romawi huruf kecil , i, ii, iii, etc.
  • Definition Lists: <DL>
Contoh :
<DL>
<DT> Item pertama.
<DD> Penjelasan tentang item pertama.
<DT> Item kedua.
<DD> Penjelasan tentang item kedua
</DL>
Hasil dari kode di atas adalah :
Item pertama.
Penjelasan tentang item pertama.
Item kedua.
Penjelasan tentang item kedua
5) HTML Table ( tabel )
Tabel sangat penting artinya dalam desain web. Karena dengan menggunakan tag table Anda dapat membuat halaman web “terbagi” pada beberapa kolom atau baris. Contohnya seperti pada halaman web yang sedang Anda baca ini.
Terdapat tiga tag atau elemen utama yang digunakan dalam pembuatan table : <TABLE>, <TR>, dan <TD>. Yang perlu diingat adalah bahwa tab <TR> dan <TD> harus terletak di antara tag <TABLE> dan </TABLE>
<TABLE> Terdiri dari atribut :
align – perataan : rata kiri (left), tengah (center) atau kanan (right).
bgcolor – warna latar belakang (background) dari tabel.
border – ukuran lebar border tabel (dalam pixel).
cellpadding – jarak antara isi cell dengan batas cell (dalam pixel).
cellspacing – jarak antar cell (dalam pixel).
width – ukuran tabel dalam pixel atau percent.
Contoh :
<TABLE align=”center” bgcolor=”#0000FF” border=”2″
cellpadding=”5″ cellspacing=”2″ width=”90%”>
<TR>
Tag ini digunakan untuk membuat baris baru (pada tabel). Terdiri dari atribut:
align – perataan : rata kiri (left), tengah (center) atau kanan (right).
bgcolor – warna latar belakang dari baris.
valign – perataan vertikal : top, middle atau bottom.
Contoh : <TR align=”right” bgcolor=”#0000FF” valign=top>
<TD>
Tag ini digunakan untuk membuat kolom baru pada tabel.
align – perataan
background – image yang digunakan sebagai latar belakang dari kolom.
bgcolor – warna latar belakang
colspan – lihat gambar contoh
height – ukuran tinggi cell dalam pixels.
nowrap – membuat supaya isi dari kolom tetap berada pada satu baris.
rowspan – lihat gambar contoh
valign – perataan vertikal :top, middle atau bottom.
width – ukuran kolom dalam pixel atau percen.
Contoh :
<TD align=”right” background=”back.gif” bgcolor=”#0000FF” colspan=”3″ height=”200″ nowrap rowspan=”2″ valign=”bottom” width=”300″
<table width=”100″ border=”1″ cellspacing=”2″
cellpadding=”2″>
<tr>
<td bgcolor=”#0000FF”> &nbsp;</td>
<td bgcolor=”#FFFF66″>&nbsp;</td>
<td rowspan=”2″ bgcolor=”#FF3366″>&nbsp;</td> </tr>
<tr> <td colspan=”2″ bgcolor=”#33CC66″>&nbsp;</td> </tr> <tr>
<td colspan=”3″ bgcolor=”#FFCC99″>&nbsp;</td>
</tr>
</table>
<table width=”100″ border=”0″ cellspacing=”0″
cellpadding=”0″>
<tr> <td bgcolor=”#0000FF”>&nbsp; </td>
<td bgcolor=”#FFFF66″>&nbsp;</td>
<td rowspan=”2″ bgcolor=”#FF3366″>&nbsp;</td>
</tr
  1. A.
    1<FRAMESET cols=”*,140″> <FRAME SRC=”homepage.htm”> <FRAME SRC=”menu.htm”> </FRAMESET>


    2<FRAMESET cols=”100,*”> <FRAME SRC=”homepage.htm”> <FRAME SRC=”menu.htm”> </FRAMESET>



    3<FRAMESET rows=”100,*”> <FRAME SRC=”homepage.htm”> <FRAME SRC=”menu.htm”> </FRAMESET>

    4<FRAMESET rows=”*,60″> <FRAME SRC=”homepage.htm”> <FRAME SRC=”menu.htm”> </FRAMESET>


    5<FRAMESET rows=”*,60″> <FRAME SRC=”homepage.htm”> <FRAMESET cols=”50%,50%”> <FRAME SRC=”menu.htm” > <FRAME SRC=”menu2.htm” > </FRAMESET></FRAMESET>





    6<FRAMESET cols=”*,50%”> <FRAME SRC=”homepage.htm”> <FRAMESET rows=”15%,15%,70%”> <FRAME SRC=”menu.htm” > <FRAME SRC=”menu2.htm” > <FRAME SRC=”menu3.htm” > </FRAMESET></FRAMESET>
    7<FRAMESET cols=”50%,50%”> <FRAMESET rows=”50%,50%”> <FRAME SRC=”homepage.htm” > <FRAME SRC=”homepage2.htm” > </FRAMESET> <FRAMESET rows=”50%,50%”> <FRAME SRC=”menu.htm” > <FRAME SRC=”menu2.htm” > </FRAMESET></FRAMESET>
    8<FRAMESET rows=”15%,70%,15%”> <FRAME SRC=”homepage.htm” > <FRAMESET cols=”15%,70%,15%”> <FRAME SRC=”menu.htm”> <FRAME SRC=”menu2.htm”> <FRAME SRC=”menu3.htm”> </FRAMESET> <FRAME SRC=”homepage.htm”> </FRAMESET></FRAMESET>
     

Kumpulan Tag HTML   
 
<!– –> Memberi komentar atau keterangan. Kalimat yang terletak pada tag kontiner ini tidak akan terlihat pada browser
<a href> Membuat link ke halaman lain atau ke bagian lain dari halaman tersebut
<a name> Membuat nama bagian yang didefinisikan pada link pada halaman yang sama
<applet> Sebagai awal dari Java applets
<area> Mendefinisikan daerah yang dapat diklik (link) pada image map
<b> Membuat teks tebal
<basefont> Membuat atribut teks default seperti jenis, ukuran dan warna font
<bgsound> Memberi (suara latar) background sound pada halaman web
<big> Memperbesar ukuran teks sebesar satu point dari defaultnya
<blink> Membuat teks berkedip
<body> Tag awal untuk melakukan berbagai pengaturan terhadap text, warna link & visited link
<br> Pindah baris
<caption> Membuat caption pada tabel
<center> Untuk perataan tengah terhadap teks atau gambar
<comment> Meletakkan komentar pada halaman web tidak tidak akan nampak pada browser
<dd> Indents teks
<div> Represents different sections of text.
<embed> Menambahkan sound or file avi ke halaman web
<fn> Seperti tag <a name>
<font> Mengganti jenis, ukuran, warna huruf yang akan digunakan utk teks
<form> Mendefinisikan input form
<frame> Mendefinisikan frame
<frameset> Mendefinisikan attribut halaman yang akan menggunakan frame
<h1> … <h6> Ukuran font
<head> Mendefinisikan head document.
<hr> Membuat garis horizontal
<html> Bararti dokumen html
<i> Membuat teks miring
<img> Image, imagemap atau an animation
<input> Mendefinisikan input field pada form
<li> Membuat bullet point atau baris baru pada list (berpasangan dengan tag <dir>, <menu>, <ol> and <ul> )
<map> Mendefinisikan client-side map
<marquee> Membuat scrolling teks (teks berjalan) – hanya pada MS IE
<nobr> Mencegah ganti baris pada teks atau images
<noframes> Jika browser user tidak mendukung frame
<ol> Mendefinisikan awal dan akhir list
<p> Ganti paragraf
<pre> Membuat teks dengan ukuran huruf yg sama
  1. d. Kode untuk karakter khusus 
 
Simbol Karakter yg ditampilkan
&quot;
&amp; &
&lt; <
&gt; >
&OElig; OE
&oelig; oe
&Scaron; Š
&scaron; š
&Yuml; Ÿ
&circ; ˆ
&tilde; ˜
&ensp;
&emsp;
&thinsp;
&zwnj;
&zwj;
&lrm;
&rlm;
&ndash;
&mdash;
&lsquo;
&rsquo;
&sbquo;
&ldquo;
&rdquo;
&bdquo;
&dagger;
&Dagger;
&permil;
&lsaquo;
&rsaquo;
&euro;
<html>
<head>
<title> Contoh script HTML </title>
</head>
<body>
<h2>Belajar Desain WEB dengan HTML</h2>
HTML adalah dasar pembuatan website,<br>
dimana perintah – perintah HTML dapat diketik <br>
pada notepad (bila menggunakan S.O Windows) atau
Vi(bila menggunakan Linux).
</body>
</html>
Simpan dengan nama Source1.htm dengan memilih type All files. Kemudian buka dengan Browser dan lihat hasilnya.
BAB III
KESIMPULAN


Pada akhir makalah ini, penulis akan memberikan sedikit kesimpulan tentang isi makalah. Keberadaan Internet atau lebih dikenal dengan istilah dunia maya pada saat sekarang ini merupakan bukan hal yang asing lagi bagi setiap orang melainkan telah dikenal oleh seluruh orang hmpir diseluruh penjuru dunia . Maka dari itu dalam pembuatan Website dituntut untuk lebih maju lagi dan berkembang tentunya mengikuti perkembangan zaman. Para programmer saling berusaha membuat sesuatu yang lebih baru lagi yang tentunya lebih uptudate dengan merancangkan program – program yang lebih canggih, salah satunya dengan menggunakan pemrograman HTML. Tentunya sebelum kita melangkah lebih maju lagi dalam pembuatan website dalam menggunakan pemrograman tersebut  kita harus mengerti terlebih dahulu apa itu HTML, bagian – bagian utama dari HTML dan seluruh layout web dalam pemrograman HTML.
Berbagai macam bentuk layout pada pemrograman HTML dalam mendesain website merupakan bagian – bagian yang harus diketahui, karena itu menentukan dari hasil rancangan dalam pembuatan suatu pogram/ website. Apalagi dengan perkembangan Iptek sekarang ini lebih menuntut untuk menghasilkan sesuatu program ataupun website yang lebih menarik lagi. Sehingga para pengguna dunia maya lebih merasa tertarik dan tentunya tidak membuat bosan dengan hasil/ bentuk website atupun program tersebut.

Senin, 15 Februari 2016

Makalah tentang DNS

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………………….           BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………………………….          
  1. Latar belakang & Sejarah DNS ……………………………………………………………          
  2. Tujuan Penulisan Makalah…………………………………………………………………..          
  3. Batasan Pembahasan…………………………………………………………………………..      
BAB II LANDASAN TEORI……………………………………………………………………….        
  1. Pengertian Domain Name System………………………………………………………..          
  2. STRUKTUR DNS……………………………………………………………………………..          
B.1.  Root Level Domains…………………………………………………………………..          
B.2   Top Level Domains…………………………………………………………………….          
B.3   Second Level Domains……………………………………………………………….          
B.4   Host Names……………………………………………………………………………….          
  1. CARA KERJA DNS………………………………………………………………………….          
  2. Pengaturan Nama Domain…………………………………………………………………..          
  3. Istilah dalam DNS …………………………………………………………………………….         
E.1.  Rekursif dan caching nama server…………………………………………………          
E.2   DNS resolver/ resolv.conf……………………………………………………………          
E.3   Caching Rekam………………………………………………………………………….          
E.4   Reverse lookup…………………………………………………………………………..          
E.5.  Broken resolvers…………………………………………………………………………          
E.6   E-mail Blacklist DNS………………………………………………………………….          
E.7   Dynamic DNS……………………………………………………………………………          
E.8   Record Sumber Daya………………………………………………………………….          
E.9   Tambahan Data RR-spesifik (variabel)NAME………………………………..          

E.10   RDATA…………………………………………………………………………………..          
E.11 Wildcard DNS record…………………………………………………………………          
E.12   Update zona Dinamis………………………………………………………………..          
E.13   Registrasi nama domain……………………………………………………………..          
  1. Jenis-Jenis catatan DNS ……………………………………………………………………..          
  2. Perangkat Lunak DNS ……………………………………………………………………….          
BAB III PENUTUP……………………………………………………………………………………..         
  1. A.    KESIMPULAN…………………………………………………………………………………          
  2. B.     DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………..          


                                                  BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang & Sejarah DNS
Praktek menggunakan nama sebagai sederhana, abstraksi lebih berkesan alamat numerik host pada jaringan tanggal kembali ke era ARPANET. Sebelum DNS diciptakan pada tahun 1982, setiap komputer pada jaringan diambil file bernama HOSTS.TXT dari komputer di SRI (sekarang SRI International). HOSTS.TXT dipetakan ke alamat numerik. Sebuah host file masih ada pada sistem operasi paling modern secara default dan umumnya berisi pemetaan dari “localhost” ke alamat IP 127.0.0.1. Banyak sistem operasi menggunakan nama logika resolusi yang memungkinkan administrator untuk mengkonfigurasi prioritas pemilihan untuk metode resolusi nama yang tersedia.
Pesatnya pertumbuhan jaringan membuat terpusat dipertahankan, berkas HOSTS.TXT kerajinan tangan yang tidak berkelanjutan, menjadi perlu untuk menerapkan sistem yang lebih scalable mampu otomatis menyebarluaskan informasi yang diperlukan.
Atas permintaan Jon Postel, Paul Mockapetris menemukan Domain Name System pada tahun 1983 dan menulis implementasi pertama. Spesifikasi asli diterbitkan oleh Internet Engineering Task Force di RFC 882 dan RFC 883 yang digantikan pada November 1987 oleh RFC 1034 dan RFC 1035. Beberapa Permintaan tambahan untuk Komentar telah diusulkan berbagai ekstensi ke DNS inti protokol.
Pada tahun 1984, empat Berkeley siswa-Douglas Terry, Mark Painter, David Riggle, dan Songnian Zhou-menulis pertama Unix implementasi server nama, yang disebut The Berkeley Internet Name Domain (BIND) Server. [6] Pada tahun 1985, Kevin Dunlap dari Desember signifikan menulis ulang implementasi DNS. Mike Karels, Phil Almquist, dan Paul Vixie mempertahankan BIND sejak saat itu. BIND adalah porting ke platform Windows NT pada awal tahun 1990.
BIND didistribusikan secara luas, terutama pada sistem Unix, dan merupakan perangkat lunak DNS yang dominan digunakan di Internet .server nama alternatif telah dikembangkan, dimotivasi sebagian oleh keinginan untuk memperbaiki rekor BIND tentang kerentanan untuk menyerang. BIND versi 9 juga ditulis dari awal dan memiliki catatan keamanan yang sebanding dengan software DNS modern lainnya.
  1. B.   Tujuan Penulisan Makalah
Adapun tujuan disusunnya makalah ini antara lain :
1. Mengetahui Sejarah terbentuknya DNS
2. Mengetahui Pengertian DNS
3. Mengetahui Fungsi dan Cara Kerja DNS
4. Mengetahui Kelebihan yang dimiliki DNS

  1. C.   Batasan Pembahasan
Pembatasan pembahasan yang kami ambil hanyalah  mengambil beberapa definisi serta kelemahan dan kelebihan serta cara kerja dari DNS tersebut,
  1. Membahas pengertian/desinisi Domain Name System
  2. Bagaimana Cara kerja dari DNS
  3. Memberikan informasi tentang kelebihan dan  kekurangan






BAB II
LANDASAN TEORI
  1. Pengertian Domain Name System
Domain Name System (DNS) Adalah sebuah aplikasi service di internet yang menerjemahkan sebuah domain name ke IP address dan salah satu jenis system yang melayani permintaan pemetaan IP address ke FQPN (Fany Qualified Domain Name) dan dari FQDN ke IP address. DNS biasanya digunakan pada aplikasi yang berhubungan ke internet sererti Web Browser atau e-mail, Dimana DNS membantu memetakan host name sebuah computer ke IP address. Selain digunakan di internet DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau internet.Implementasi Disconected.
Kemudian dapat didefinisikan bahwa DNS domain Internet menerjemahkan nama ke alamat IP host. DNS secara otomatis mengkonversi nama ketika kita ketik alamat browser Web ke alamat IP dari server Web hosting situs tersebut.
DNS menerapkan database terdistribusi untuk menyimpan nama dan informasi alamat untuk semua host publik di internet. DNS menganggap alamat IP tidak berubah (secara statis ditugaskan daripada yang ditetapkan secara dinamis). Database DNS berada pada hirarki database server khusus. Ketika klien seperti browser Web permintaan masalah yang melibatkan nama host Internet, sebuah software yang disebut DNS resolver (biasanya dibangun ke dalam sistem operasi jaringan) kontak pertama server DNS untuk menentukan alamat IP server. Jika server DNS tidak berisi pemetaan dibutuhkan, maka pada gilirannya akan meneruskan permintaan ke server DNS yang berbeda pada tingkat yang lebih tinggi dalam hirarki. Setelah beberapa berpotensi forwarding dan pesan delegasi dikirim dalam hirarki DNS, alamat IP untuk host yang diberikan akhirnya tiba di resolver, yang pada gilirannya melengkapi permintaan over Internet Protocol.
DNS tambahan termasuk dukungan untuk caching permintaan dan untuk redundansi. Kebanyakan operasi jaringan sistem konfigurasi dukungan, sekunder, tersier dan server DNS primer, yang masing-masing dapat melayani permintaan awal dari klien. Internet Service Provider (ISP) memiliki server DNS mereka sendiri dan menggunakan DHCP untuk secara otomatis mengkonfigurasi klien, menghilangkan sebagian besar pengguna rumah dari beban konfigurasi DNS.
Domain Internet lebih besar dikelola swasta. Internet Protocol (IP) jaringan bergantung pada Domain Name System (DNS) untuk membantu mengarahkan lalu lintas. DNS memelihara sebuah database didistribusikan nama dan alamat jaringan, dan menyediakan metode untuk komputer untuk remote query database. Beberapa orang menyebutnya DNS “buku telepon internet”.
DNS dan World Wide Web Semua situs Web publik berjalan di server yang terhubung ke Internet dengan alamat IP publik. Web server di About.com, misalnya, memiliki alamat seperti 207.241.148.80. Meskipun orang dapat mengetik informasi alamat seperti http://207.241.148.80/ ke dalam browser Web mereka untuk mengunjungi situs, bisa menggunakan nama yang tepat seperti http://www.about.com/ jauh lebih praktis.
Internet menggunakan DNS sebagai layanan resolusi nama di seluruh dunia untuk situs Web publik. Ketika seseorang jenis nama situs ke dalam browser mereka, DNS mencari alamat IP yang sesuai untuk situs tersebut, data yang dibutuhkan untuk membuat koneksi jaringan yang diinginkan antara Web browser dan server Web.
Server DNS dan Nama Hirarki DNS menggunakan arsitektur klien / server jaringan. DNS server adalah komputer yang ditunjuk untuk menyimpan catatan database DNS (nama dan alamat), sedangkan klien dari DNS termasuk PC, ponsel dan perangkat lain dari pengguna akhir. DNS server juga berinteraksi dengan satu sama lain, bertindak sebagai klien untuk satu sama lain ketika diperlukan.
DNS server mengatur ke dalam hirarki. Untuk Internet, disebut akar nama server berada di puncak hirarki DNS. Internet akar server nama mengelola informasi server DNS untuk domain tingkat atas di Web (TLD) (seperti “com.” Dan “. Uk”), khususnya nama dan alamat IP yang asli (yang disebut otoritatif) DNS server bertanggung jawab untuk menjawab pertanyaan tentang setiap TLD individual. Server pada tingkat yang lebih rendah berikutnya dari hirarki DNS lagu nama domain tingkat kedua dan alamat (seperti “about.com”), dan tingkat tambahan mengelola domain web (seperti “compnetworking.about.com”).
DNS server diinstal dan dikelola oleh perusahaan swasta dan badan-badan yang mengatur Internet di seluruh dunia. Untuk Internet, 13 nama root server (renang benar-benar berlebihan mesin di seluruh dunia) mendukung ratusan Internet top-level domain, sementara About.com menyediakan informasi server DNS otoritatif untuk situs dalam jaringan. Organisasi yang sama dapat menyebarkan DNS pada jaringan pribadi mereka secara terpisah, pada skala yang lebih kecil.
DNS Server merupakan Konfigurasi Jaringan untuk DNS, Klien DNS (disebut resolvers) ingin menggunakan DNS harus dikonfigurasi pada jaringan mereka. Resolvers query DNS menggunakan alamat IP tetap (statis) dari satu atau lebih server DNS. Pada jaringan rumah, alamat server DNS dapat dikonfigurasi sekali pada router broadband dan secara otomatis dijemput oleh perangkat klien, atau alamat dapat dikonfigurasi pada setiap klien secara individual. Rumah administrator jaringan bisa mendapatkan alamat server DNS yang valid baik dari penyedia layanan internet mereka atau pihak ketiga penyedia internet DNS seperti Google Public DNS dan OpenDNS
DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address. Selain digunakan di Internet, DNS juga dapat di



implementasikan ke private network atau intranet dimana DNS memiliki keunggulan seperti:
  1. Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address sebuah komputer cukup host name (nama Komputer).
  2. Konsisten, IP address sebuah komputer bisa berubah tapi host name tidak berubah.
Simple, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di Internet maupun di Intranet.

  1.  STRUKTUR DNS
Domain Name Space merupakan sebuah hirarki pengelompokan domain berdasarkan nama, yang terbagi menjadi beberapa bagian diantaranya:
B.1. Root-Level Domains
Domain ditentukan berdasarkan tingkatan kemampuan yang ada di struktur hirarki yang disebut dengan level. Level paling atas di hirarki disebut dengan root domain. Root domain di ekspresikan berdasarkan periode dimana lambang untuk root domain adalah (“.”).
B.2. Top-Level Domains
Pada bagian dibawah ini adalah contoh dari top-level domains:
a) com Organisasi Komersial
b) edu Institusi pendidikan atau universitas
c) org Organisasi non-profit
d) net Networks (backbone Internet)
e) gov Organisasi pemerintah non militer
f) mil Organisasi pemerintah militer
g) num No telpon
h) arpa Reverse DNS
i) xx dua-huruf untuk kode Negara (id:indonesia)
B.3. Second-Level Domains
Second-level domains dapat berisi host dan domain lain, yang disebut dengan subdomain. Untuk contoh: Domain Bujangan, bujangan.com terdapat komputer (host) seperti server1.bujangan.com dan subdomain training.bujangan.com. Subdomain training.bujangan.com juga terdapat komputer (host) seperti client1.training.bujangan.com.
B.4. Host Names
Domain name yang digunakan dengan host name akan menciptakan fully qualified domain name (FQDN) untuk setiap komputer. Sebagai contoh, jika terdapat fileserver1.detik.com, dimana fileserver1 adalah host name dan detik.com adalah domain name.
  1. CARA KERJA DNS
Fungsi dari DNS adalah menerjemahkan nama komputer ke IP address (memetakan). Client DNS disebut dengan resolvers dan DNS server disebut dengan name servers. Resolvers atau client mengirimkan permintaan ke name server berupa queries. Name server akan memproses dengan cara mencek ke local database DNS, menghubungi name server lainnya atau akan mengirimkan message failure jika ternyata permintaan dari client tidak ditemukan. Proses tersebut disebut dengan Forward Lookup Query, yaitu permintaan dari client dengan cara memetakan nama komputer (host) ke IP address.
a. Resolvers mengirimkan queries ke name server
b.Name server mencek ke local database, atau menghubungi name server lainnya, jika ditemukan akan diberitahukan ke resolvers jika tidak akan mengirimkan failure message
c.Resolvers menghubungi host yang dituju dengan menggunakan IP address yang diberikan name server
  1. PENGATURAN NAMA DOMAIN
Ruang nama domain terdiri dari pohon nama domain. Setiap node atau daun di pohon memiliki nol atau lebih catatan sumber daya, yang memegang informasi yang terkait dengan nama domain. Pohon sub-terbagi menjadi zona awal di zona akar. Sebuah zona DNS dapat terdiri dari hanya satu domain, atau dapat terdiri dari banyak domain dan sub-domain, tergantung pada kewenangan administratif yang diwakilkan kepada manajer. Domain Name System hirarkis, disusun dalam zona, masing-masing dilayani oleh server nama Tanggung jawab administratif atas zona apapun dapat dibagi dengan menciptakan zona tambahan. Otoritas dikatakan didelegasikan untuk sebagian dari ruang lama, biasanya dalam bentuk sub-domain, nama server lain dan entitas administratif. Zona lama berhenti menjadi otoritatif untuk zona baru. Sintaks Domain name Uraian definitif aturan untuk membentuk nama domain muncul dalam RFC 1035, RFC 1123, dan RFC 2181. Sebuah nama domain terdiri dari satu atau lebih bagian, secara teknis disebut label, yang konvensional concatenated, dan dibatasi oleh titik, seperti example.com. Paling kanan label menyampaikan top-level domain, misalnya, nama domain http://www.example.com milik com top-level domain.
Hirarki domain turun dari kanan ke kiri, masing-masing label di sebelah kirinya menyatakan sebuah sub-divisi, atau subdomain dari domain ke kanan. Sebagai contoh: contoh label menetapkan subdomain dari domain com, dan www adalah sub domain dari example.com. Ini pohon subdivisi mungkin memiliki hingga 127 level. Setiap label dapat berisi hingga 63 karakter. Nama domain lengkap tidak boleh melebihi panjang 253 karakter dalam representasi tekstual nya. Dalam representasi biner internal DNS panjang maksimum membutuhkan 255 oktet penyimpanan, karena juga menyimpan panjang nama. Dalam prakteknya, beberapa pendaftar domain mungkin memiliki batas singkat.
Nama DNS mungkin secara teknis terdiri dari setiap representable karakter dalam oktet. Namun, diperbolehkan perumusan nama domain di zona akar DNS, dan sub domain yang lain, menggunakan format pilihan dan set karakter. Karakter diperbolehkan dalam label adalah subset dari set karakter ASCII, dan termasuk karakter melalui z, A sampai Z, angka 0 sampai 9, dan tanda hubung. Aturan ini dikenal sebagai aturan LDH (huruf, angka, tanda hubung). Nama domain yang ditafsirkan dengan cara kasus-independen. Label mungkin tidak memulai atau diakhiri dengan tanda hubung. Ada aturan tambahan yang pada dasarnya mensyaratkan bahwa nama domain tingkat atas tidak semua-numerik. Sebuah nama host adalah nama domain yang memiliki minimal satu alamat IP yang terkait. Sebagai contoh, nama domain example.com http://www.example.com dan juga nama host, sedangkan domain com adalah tidak. Nama domain internasional Keterbatasan set karakter ASCII diizinkan di DNS dicegah representasi nama dan kata-kata dari berbagai bahasa dalam huruf atau skrip asli mereka. Untuk membuat ini mungkin, ICANN menyetujui Internasionalisasi Nama Domain Aplikasi (IDNA) sistem, dimana pengguna aplikasi, seperti web browser, peta Unicode string ke dalam karakter DNS yang sah menggunakan Punycode. Pada tahun 2009 ICANN menyetujui instalasi internasionalisasi nama domain kode negara top-level domain. Selain itu, banyak pendaftar yang ada nama domain tingkat atas (TLD) s telah mengadopsi sistem IDNA.
Nama server/Domain Name System dikelola oleh sistem database terdistribusi, yang menggunakan model client-server. Node dari database ini adalah nama server. Setiap domain memiliki setidaknya satu server DNS otoritatif yang mempublikasikan informasi tentang domain dan server nama dari setiap domain bawahan untuk itu. Bagian atas hirarki dilayani oleh root server nama, server untuk permintaan ketika melihat ke atas (resolving) TLD. Server nama otoritatif Sebuah server nama otoritatif adalah server nama yang memberikan jawaban yang telah dikonfigurasi oleh sumber asli, misalnya, administrator domain atau dengan metode DNS dinamis, berbeda dengan jawaban yang diperoleh melalui DNS query biasa ke nama server lain. Otoritatif-satunya hanya mengembalikan nama server jawaban atas pertanyaan tentang nama domain yang telah dikonfigurasi secara khusus oleh administrator. Dengan kata lain, sebuah nama server otoritatif memungkinkan server nama rekursif mengetahui data DNS (IP IPv4, IP IPv6, daftar server surat masuk, dll) nama host yang diberikan (seperti “www.example.com”) memiliki. Sebagai salah satu contoh, otoritatif nama server untuk “example.com” memberitahu server nama rekursif yang “www.example.com” memiliki IP 192.0.43.10 IPv4. Sebuah server nama otoritatif dapat menjadi server master atau server budak. Sebuah server master adalah server yang menyimpan asli (master) salinan semua catatan zona. Sebuah server budak menggunakan mekanisme update otomatis dari protokol DNS dalam komunikasi dengan tuannya untuk menjaga salinan identik dari catatan master.
Satu set server nama otoritatif harus ditugaskan untuk setiap zona DNS. Sebuah catatan NS tentang alamat dari himpunan yang harus disimpan di zona induk dan server sendiri (sebagai diri-referensi). Ketika nama domain terdaftar dengan registrasi nama domain, instalasi mereka di registri domain dari domain tingkat atas memerlukan penugasan nama server primer dan setidaknya satu server nama sekunder. Kebutuhan beberapa server nama bertujuan untuk membuat domain masih fungsional bahkan jika satu server nama menjadi tidak dapat diakses atau bisa dioperasi Penunjukan nama server primer semata-mata ditentukan oleh prioritas diberikan kepada pendaftar nama domain. Untuk tujuan ini, umumnya hanya nama domain berkualifikasi lengkap dari server nama diperlukan, kecuali server yang terkandung dalam domain terdaftar, dalam hal alamat IP yang sesuai juga diperlukan.
Nama server primer sering menguasai server nama, sementara server nama sekunder dapat diimplementasikan sebagai server budak. Server otoritatif menunjukkan statusnya penyediaan jawaban yang pasti, dianggap otoritatif, dengan menetapkan bendera perangkat lunak (struktur bit protokol), disebut Jawaban Resmi (AA) bit dalam responnya. Bendera ini biasanya direproduksi menonjol dalam output alat kueri DNS administrasi (seperti penggalian) untuk menunjukkan bahwa menanggapi nama server adalah otoritas untuk nama domain yang bersangkutan. Operasi Mekanisme resolusi alamat Resolvers nama domain menentukan domain name server sesuai yang bertanggung jawab untuk nama domain yang dimaksud oleh sejumlah query dimulai dengan paling kanan (top-level) label domain. Sebuah DNS recursor berkonsultasi tiga nama server untuk menyelesaikan alamat www.wikipedia.org. Proses ini memerlukan:     Sebuah host jaringan dikonfigurasi dengan cache awal (disebut petunjuk) dari alamat yang dikenal dari root server nama. Seperti file petunjuk diperbarui secara berkala oleh administrator dari sumber yang dapat dipercaya. Sebuah query ke salah satu root server untuk menemukan server otoritatif untuk top-level domain. Sebuah query ke server yang diperoleh TLD untuk alamat server DNS otoritatif untuk domain tingkat kedua. Pengulangan langkah sebelumnya untuk memproses setiap label nama domain secara berurutan, sampai langkah terakhir yang mengembalikan alamat IP dari host yang dicari. Diagram menggambarkan proses ini untuk host www.wikipedia.org. Mekanisme dalam bentuk sederhana ini akan menempatkan beban operasi besar di root server, dengan setiap pencarian untuk alamat awal dengan query salah satu dari mereka. Menjadi sebagai penting karena mereka adalah untuk fungsi keseluruhan sistem, penggunaan berat seperti itu akan menciptakan hambatan dapat diatasi untuk triliunan pertanyaan ditempatkan setiap hari. Dalam prakteknya caching digunakan di server DNS untuk mengatasi masalah ini, dan sebagai hasilnya, nama akar server sebenarnya terlibat dengan sangat sedikit dari total lalu lintas.
  1.  Istilah dalam DNS
E.1  Rekursif dan caching nama server
Secara teori, server nama otoritatif yang cukup untuk pengoperasian Internet. Namun, dengan nama saja otoritatif operasi server, setiap query DNS harus memulai dengan permintaan rekursif di zona akar Domain Name System dan setiap sistem pengguna harus menerapkan penyelesai perangkat lunak yang mampu operasi rekursif. Untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi lalu lintas DNS di Internet, dan meningkatkan kinerja aplikasi pengguna akhir, Domain Name System mendukung server cache DNS yang menyimpan hasil query DNS untuk jangka waktu yang ditentukan dalam konfigurasi (time-to-live) dari nama record domain yang bersangkutan. Biasanya, seperti caching DNS server, juga disebut DNS cache, juga menerapkan algoritma rekursif yang diperlukan untuk menyelesaikan nama yang diberikan dimulai dengan DNS root melalui server nama otoritatif dari domain tanya. Dengan fungsi ini diimplementasikan dalam nama server, aplikasi pengguna mendapatkan efisiensi dalam desain dan operasi. Sebagai salah satu contoh, jika klien ingin mengetahui IP untuk “www.example.com”, ia akan mengirim, untuk nama caching server yang rekursif, DNS meminta menyatakan “Saya ingin IP IPv4 untuk ‘www.example.com ‘. ” Rekursif nama server akan kemudian query server nama otoritatif sampai mendapat jawaban bahwa permintaan (atau kembali kesalahan jika tidak mungkin untuk mendapatkan jawaban) – dalam hal ini 192.0.43.10.
Kombinasi caching DNS dan fungsi rekursif di nama server tidak wajib, fungsi dapat diimplementasikan secara independen di server untuk tujuan khusus.Penyedia layanan Internet (ISP) biasanya menyediakan rekursif dan caching server nama untuk pelanggan mereka. Selain itu, banyak router jaringan rumah menerapkan cache DNS dan recursor untuk meningkatkan efisiensi dalam jaringan lokal.

E.2 DNS resolver/ resolv.conf
adalah Sisi-klien dari DNS disebut DNS resolver. Hal ini bertanggung jawab untuk memulai dan sekuensing permintaan yang pada akhirnya mengarah pada resolusi penuh (terjemahan) dari sumber daya yang dicari, misalnya, terjemahan dari nama domain ke alamat IP. Sebuah query DNS dapat berupa permintaan non-rekursif atau query rekursif
Sebuah query non-rekursif adalah satu di mana server DNS memberikan catatan untuk domain yang sangat berwibawa itu sendiri, atau memberikan hasil parsial tanpa query server lain.
Sebuah query rekursif adalah salah satu yang server DNS akan sepenuhnya menjawab pertanyaan (atau memberikan kesalahan) dengan query server nama lain yang diperlukan. Server DNS tidak diperlukan untuk mendukung permintaan rekursif. Resolver, atau server DNS lain secara rekursif bertindak atas nama resolver, negosiasi penggunaan layanan rekursif menggunakan bit dalam header permintaan. Menyelesaikan biasanya memerlukan iterasi melalui beberapa nama server untuk menemukan informasi yang dibutuhkan. Namun, beberapa resolvers berfungsi dengan berkomunikasi hanya dengan nama server tunggal. resolvers sederhana (disebut “stub resolver”) bergantung pada server nama rekursif untuk melakukan pekerjaan mencari informasi bagi mereka. Nama server dalam delegasi diidentifikasi berdasarkan nama, bukan berdasarkan alamat IP. Ini berarti bahwa nama server menyelesaikan harus mengeluarkan permintaan DNS lain untuk mengetahui alamat IP dari server yang telah dirujuk. Jika nama yang diberikan dalam delegasi adalah subdomain dari domain yang delegasi yang disediakan, ada ketergantungan melingkar. Dalam kasus ini nama server menyediakan delegasi juga harus menyediakan satu atau lebih alamat IP untuk server nama otoritatif yang disebutkan dalam delegasi. Informasi ini disebut lem. Nama server menyediakan lem ini dalam bentuk catatan di bagian tambahan dari respon DNS, dan memberikan delegasi pada bagian jawaban dari respon. Sebagai contoh, jika nama server otoritatif untuk example.org adalah ns1.example.org, komputer mencoba untuk menyelesaikan http://www.example.org pertama menyelesaikan ns1.example.org. Karena ns1 terkandung dalam example.org, ini memerlukan menyelesaikan example.org pertama, yang menyajikan ketergantungan melingkar. Untuk memecahkan ketergantungan, nama server untuk domain tingkat atas termasuk org lem bersama dengan delegasi untuk example.org. Catatan lem adalah catatan alamat yang menyediakan alamat IP untuk ns1.example.org. Resolver menggunakan satu atau lebih dari alamat IP untuk query salah satu server otoritatif domain, yang memungkinkan untuk menyelesaikan permintaan DNS.

E.3 Caching Rekam
merupakan DNS Proses Resolusi mengurangi beban pada setiap server dengan caching catatan permintaan DNS untuk jangka waktu setelah tanggapan. Hal ini memerlukan rekaman dan selanjutnya konsultasi lokal dari copy bukan memulai permintaan baru hulu. Waktu yang penyelesai yang cache respon DNS ditentukan oleh nilai yang disebut waktu untuk hidup (TTL) yang terkait dengan setiap record. TTL diatur oleh administrator dari server DNS yang memberikan respon otoritatif. Masa berlaku dapat bervariasi dari hanya beberapa detik untuk hari atau bahkan berminggu-minggu. Sebagai konsekuensi penting dari arsitektur tersebar dan cache, perubahan catatan DNS tidak menyebarkan seluruh jaringan segera, tetapi membutuhkan semua cache untuk berakhir dan menyegarkan setelah TTL. RFC 1912 menyampaikan aturan dasar untuk menentukan nilai TTL yang sesuai. Beberapa resolvers dapat mengesampingkan nilai TTL, sebagai protokol mendukung caching hingga 68 tahun atau tidak ada cache sama sekali.
Caching negatif, yaitu caching fakta non-keberadaan catatan, ditentukan oleh server nama otoritatif untuk zona yang harus mencakup Mulai dari Authority (SOA) catatan ketika melaporkan tidak ada data jenis diminta ada. Nilai bidang MINIMUM dari catatan SOA dan TTL dari SOA itu sendiri digunakan untuk menetapkan TTL untuk jawaban negatif.

E.4 Reverse lookup
Sebuah reverse lookup adalah permintaan dari DNS untuk nama domain ketika alamat IP diketahui. Beberapa nama domain dapat dikaitkan dengan alamat IP. DNS menyimpan alamat IP dalam bentuk nama domain sebagai nama khusus diformat dalam pointer (PTR) record dalam infrastruktur top-level domain arpa. Untuk IPv4, domain adalah in-addr.arpa. Untuk IPv6, lookup domain reverse ip6.arpa. Alamat IP direpresentasikan sebagai nama dalam representasi oktet reverse-memerintahkan untuk IPv4, dan representasi menggigit reverse-memerintahkan untuk IPv6. Ketika melakukan reverse lookup, klien DNS mengubah alamat ke format ini, dan kemudian query nama untuk catatan PTR mengikuti rantai delegasi sebagai untuk setiap permintaan DNS. Sebagai contoh, asumsikan alamat IPv4 208.80.152.2 ditugaskan untuk Wikimedia. Hal ini direpresentasikan sebagai nama DNS dalam urutan terbalik seperti ini: 2.152.80.208.in-addr.arpa. Ketika DNS resolver mendapat (reverse-lookup) permintaan PTR, dimulai dengan query server root (yang mengarah ke The American Registry Untuk Bilangan ‘(ARIN) server untuk zona 208.in-addr.arpa). Pada server ARIN, 152.80.208.in-addr.arpa ditugaskan untuk Wikimedia, sehingga resolver mengirimkan permintaan lain untuk Wikimedia nama server untuk 2.152.80.208.in-addr.arpa, yang menghasilkan respon yang berwibawa. Lookup Klien Urutan resolusi DNS Pengguna umumnya tidak berkomunikasi secara langsung dengan DNS resolver. Sebaliknya resolusi DNS berlangsung transparan dalam aplikasi seperti web browser, klien e-mail, dan aplikasi internet lainnya. Bila aplikasi yang membuat permintaan yang memerlukan nama domain pencarian, program tersebut mengirimkan permintaan ke DNS resolusi resolver dalam sistem operasi lokal, yang pada gilirannya menangani komunikasi yang diperlukan. DNS resolver akan selalu memiliki cache (lihat diatas) isi pencarian terakhir. Jika cache dapat memberikan jawaban atas permintaan tersebut, resolver akan kembali nilai dalam cache kepada program yang membuat permintaan. Jika cache tidak memiliki jawabannya, resolver akan mengirimkan permintaan ke satu atau lebih server DNS yang ditunjuk. Dalam kasus kebanyakan pengguna di rumah, penyedia layanan internet yang menghubungkan komputer tersebut biasanya akan menyediakan server DNS ini: pengguna tersebut akan mendata telah mengkonfigurasi alamat server secara manual atau diizinkan DHCP untuk mengaturnya, namun, dimana administrator sistem telah mengkonfigurasi sistem untuk menggunakan server DNS mereka sendiri, DNS resolvers mereka menunjukkan secara terpisah mempertahankan server nama organisasi. Dalam hal apapun, nama server sehingga tanya akan mengikuti proses yang diuraikan di atas, sampai baik berhasil menemukan hasil atau tidak. Kemudian kembali hasilnya kepada DNS resolver; asumsi itu telah menemukan hasilnya, resolver akan menyimpan hasilnya di cache untuk penggunaan berikutnya, dan tangan hasil kembali ke perangkat lunak yang memprakarsai permintaan.

E.5 Broken resolvers
Tingkat tambahan kompleksitas muncul ketika resolvers melanggar aturan protokol DNS. Sejumlah ISP besar telah mengkonfigurasi server DNS mereka untuk melanggar aturan (mungkin untuk memungkinkan mereka untuk dijalankan pada hardware yang lebih murah daripada penyelesai sepenuhnya kompatibel), misalnya dengan tidak mematuhi TTLs, atau dengan menunjukkan bahwa nama domain tidak ada hanya karena salah satu server namanya tidak merespon. Sebagai akhir dari kerumitan ini, beberapa aplikasi (seperti web browser) juga memiliki DNS cache mereka sendiri, untuk mengurangi penggunaan referensi DNS resolver. Praktek ini dapat menambah kesulitan tambahan ketika debugging masalah DNS, karena mengaburkan kesegaran data, dan / atau data apa berasal dari mana cache. Cache ini biasanya menggunakan caching kali sangat pendek-di urutan satu menit]. Internet Explorer merupakan pengecualian: versi untuk IE 3.x DNS cache catatan selama 24 jam secara default. Internet Explorer 4.x dan versi (hingga IE 8) mengurangi waktu default dari nilai setengah jam, yang dapat berubah dalam kunci registri yang sesuai. Aplikasi lain Sistem yang dijabarkan diatas memberikan skenario yang disederhanakan.
Domain Name System meliputi beberapa fungsi lainnya:
  1. Hostname dan alamat IP tidak berarti terhubung secara satu-ke-satu. Beberapa nama host yang diwakili melalui alamat IP tunggal: gabungan dengan virtual hosting, ini memungkinkan satu komputer untuk malayani beberapa situs web. Atau, nama host tunggal dapat mewakili beberapa alamat IP: ini dapat memfasilitasi toleransi kesalahan dan distribusi beban, dan juga memungkinkan sebuah situs untuk memindahkan lokasi fisik mulus.
    1. Ada banyak menggunakan DNS selain menerjemahkan nama ke alamat IP. Misalnya, agen mentransfer Mail menggunakan DNS untuk mencari tahu di mana untuk mengirimkan e-mail untuk alamat tertentu. The domain untuk pemetaan mail exchanger disediakan oleh MX mengakomodasi lapisan lain toleransi kesalahan dan distribusi beban di atas nama untuk pemetaan alamat IP.

E.6 E-mail Blacklist DNS
digunakan untuk penyimpanan dan distribusi alamat IP dari daftar hitam e-mail host efisien. Metode yang biasa digunakan adalah menempatkan alamat IP dari host subjek ke dalam sub-domain dari nama domain tingkat tinggi, dan menyelesaikan nama itu untuk catatan yang berbeda untuk menunjukkan positif atau negatif. Berikut ini adalah daftar hitam contoh hipotesis:
102.3.4.5 yang hitam => Membuat 5.4.3.102.blacklist.example dan resolve ke 127.0.0.1
102.3.4.6 tidak => 6.4.3.102.blacklist.example tidak ditemukan, atau default 127.0.0.2
E-mail server kemudian dapat permintaan blacklist.example melalui mekanisme DNS untuk mengetahui apakah host tertentu menghubungkan kepada mereka adalah dalam daftar hitam. Saat ini banyak blacklist tersebut, baik gratis atau berbasis langganan, tersedia terutama untuk digunakan oleh administrator email dan software anti-spam.  Sender Policy Framework dan DomainKeys, bukan menciptakan jenis catatan mereka sendiri, yang dirancang untuk mengambil keuntungan dari yang lain DNS tipe record, catatan TXT. Untuk memberikan ketahanan dalam hal kegagalan komputer, beberapa server DNS biasanya disediakan untuk cakupan setiap domain, dan pada tingkat atas, sangat kuat tiga belas akar server nama yang ada, dengan tambahan “salinan” beberapa dari mereka didistribusikan di seluruh dunia melalui anycast.

E.7 Dynamic DNS
(kadang-kadang disebut DDNS) memungkinkan klien untuk memperbarui entri DNS sebagai perubahan alamat IP mereka, seperti halnya, misalnya, ketika bergerak antara ISP atau mobile hot spot. Rincian protokol
DNS terutama menggunakan User Datagram Protocol (UDP) pada nomor port 53 untuk melayani permintaan. permintaan DNS berisi permintaan UDP tunggal dari klien diikuti oleh jawaban UDP tunggal dari server. Transmission Control Protocol (TCP) digunakan ketika ukuran data jawaban melebihi 512 byte, atau untuk tugas-tugas seperti transfer zona. Beberapa implementasi resolver menggunakan TCP untuk semua pertanyaan


E.8  Record Sumber Daya
adalah elemen data dasar dalam sistem nama domain. Setiap record memiliki tipe (A, MX, dll), batas waktu berakhirnya, kelas, dan beberapa tipe data khusus. Catatan sumber daya dari jenis yang sama menentukan rekor sumber daya (RRset). Urutan catatan sumber daya dalam satu set, dikembalikan oleh resolver untuk aplikasi, tidak terdefinisi, tetapi sering server menerapkan round-robin memesan untuk mencapai Server Global Load Balancing. DNSSEC, bagaimanapun, bekerja pada catatan sumber daya lengkap set dalam urutan kanonik. Ketika dikirim melalui jaringan IP, semua catatan menggunakan format umum ditentukan dalam RFC 1035: RR (Resource record) Bidang Bidang Deskripsi Panjang (oktet) Nama dari node yang catatan ini berkaitan (variabel) Jenis RR dalam bentuk angka (misalnya 15 untuk MX RRS) 2 CLASS kode Kelas 2 TTL Count detik bahwa RR tetap berlaku (maksimum adalah 231-1, yaitu sekitar 68 tahun) 4 RDLENGTH Panjang bidang RDATA

E.9 Tambahan Data RR-spesifik (variabel)NAME
adalah nama domain berkualifikasi lengkap dari node di pohon. Pada kawat, nama dapat dipersingkat menggunakan kompresi label mana ujung nama domain yang disebutkan sebelumnya dalam paket bisa diganti untuk akhir nama domain saat ini. Sebuah berdiri @ bebas digunakan untuk menunjukkan asal saat ini. TYPE adalah tipe record. Hal ini menunjukkan format data dan memberikan sedikit digunakan. Sebagai contoh, catatan A digunakan untuk menerjemahkan dari nama domain ke alamat IPv4, NS catatan daftar nama server yang dapat menjawab pencarian di zona DNS, dan MX record menentukan mail server yang digunakan untuk menangani email untuk sebuah domain tertentu di alamat e-mail (lihat juga Daftar jenis catatan DNS).



E.10 RDATA
adalah data relevansi tipe-spesifik, seperti alamat IP untuk catatan alamat, atau prioritas dan nama host untuk MX record. Jenis catatan terkenal dapat menggunakan kompresi label di bidang RDATA, tapi “tidak diketahui” jenis catatan tidak boleh (RFC 3597). CLASS catatan yang dibuat untuk IN (Internet) untuk catatan DNS umum yang melibatkan nama host Internet, server, atau alamat IP. Selain itu, kelas Chaos (CH) dan Hesiod (HS) yang ada [16] Setiap kelas adalah ruang nama independen dengan delegasi berpotensi berbeda zona DNS. selain catatan sumber daya didefinisikan dalam zona file, sistem nama domain juga mendefinisikan beberapa jenis permintaan yang hanya digunakan dalam komunikasi dengan node DNS lain (pada kawat), seperti ketika melakukan transfer zona (AXFR / IXFR) atau EDNS (OPT).

E.11 Wildcard DNS record
adalah nama-nama yang dimulai dengan label tanda bintang, ‘*’, misalnya, *. Misalnya catatan DNS milik nama domain wildcard. Menetapkan aturan untuk menghasilkan catatan sumber daya dalam satu DNS zona dengan menggantikan seluruh label dengan komponen pencocokan nama query, termasuk keturunan tertentu. Misalnya, dalam x.example zona DNS, konfigurasi berikut menetapkan bahwa semua subdomain (termasuk subdomain dari subdomain) dari x.example menggunakan axexample mail exchanger. Catatan untuk axexample diperlukan untuk menentukan mail exchanger. Karena ini memiliki hasil tidak termasuk nama domain dan subdomainnya dari pertandingan wildcard, semua subdomain dari axexample harus didefinisikan dalam sebuah pernyataan terpisah wildcard. Peran catatan wildcard disempurnakan dalam RFC 4592, karena definisi asli dalam RFC 1034 tidak lengkap dan mengakibatkan salah tafsir oleh pelaksana.
Ekstensi protokol Protokol DNS asli memiliki ketentuan terbatas untuk perpanjangan dengan fitur baru. Pada tahun 1999, Paul Vixie diterbitkan dalam RFC 2671 mekanisme perpanjangan, disebut mekanisme Ekstensi untuk DNS (EDNS) yang memperkenalkan elemen protokol opsional tanpa meningkatkan biaya overhead jika tidak digunakan. Hal ini dilakukan melalui OPT catatan pseudo-sumber daya yang hanya ada di transmisi kawat protokol, tetapi tidak dalam file zona apapun. Ekstensi awal juga disarankan (EDNS0), seperti meningkatkan ukuran pesan DNS di UDP datagrams.

E.12 Update zona Dinamis
Update DNS dinamis menggunakan DNS UPDATE opcode untuk menambah atau menghapus catatan sumber daya secara dinamis dari zona basis data dipertahankan pada server DNS otoritatif. Fitur ini dijelaskan dalam RFC 2136. Fasilitas ini berguna untuk mendaftarkan klien jaringan ke DNS ketika mereka boot atau menjadi dinyatakan tersedia pada jaringan. Karena klien boot dapat diberi alamat IP yang berbeda setiap kali dari server DHCP, tidak mungkin untuk memberikan statis DNS tugas untuk klien tersebut. Masalah keamanan Awalnya, masalah keamanan tidak pertimbangan desain utama untuk perangkat lunak DNS atau perangkat lunak untuk penyebaran di Internet awal, seperti jaringan itu tidak terbuka untuk partisipasi oleh masyarakat umum. Namun, perluasan Internet ke sektor komersial pada 1990-an mengubah persyaratan untuk langkah-langkah keamanan untuk melindungi integritas data dan otentikasi pengguna.Beberapa isu kerentanan ditemukan dan dimanfaatkan oleh pengguna yang jahat. Salah satu isu tersebut adalah DNS cache keracunan, dimana data didistribusikan kepada caching resolvers dengan dalih menjadi server asal otoritatif, sehingga mencemari menyimpan data dengan informasi yang berpotensi palsu dan kedaluwarsa kali panjang (time-to-live). Selanjutnya, permintaan aplikasi yang sah dapat diarahkan ke host jaringan dioperasikan dengan niat jahat. Tanggapan DNS secara tradisional tidak cryptographically ditandatangani, menyebabkan banyak kemungkinan serangan, Domain Name System Ekstensi Keamanan (DNSSEC) memodifikasi DNS untuk menambahkan dukungan untuk tanggapan cryptographically ditandatangani. Beberapa ekstensi telah dirancang untuk mengamankan zona transfer juga.
Beberapa nama domain dapat digunakan untuk mencapai efek spoofing. Misalnya, paypal.com dan paypa1.com adalah nama-nama yang berbeda, namun pengguna mungkin tidak dapat membedakan mereka dalam antarmuka pengguna grafis yang dipilih tergantung pada jenis huruf pengguna. Dalam banyak font huruf l dan angka 1 terlihat sangat mirip atau bahkan identik. Masalah ini akut pada sistem yang mendukung nama domain internasional, karena banyak kode karakter dalam ISO 10646, mungkin muncul identik pada layar komputer biasa. Kerentanan ini kadang-kadang dimanfaatkan dalam phishing.Teknik seperti maju-dikonfirmasi reverse DNS juga dapat digunakan untuk membantu memvalidasi hasil DNS.

E.12 Registrasi nama domain
Hak untuk menggunakan nama domain didelegasikan oleh pendaftar nama domain yang diakreditasi oleh Internet untuk Corporation Ditugaskan Nama dan Nomor (ICANN), organisasi yang bertugas mengawasi nama dan sistem jumlah Internet. Selain ICANN, setiap domain tingkat atas (TLD) dikelola dan dilayani secara teknis oleh organisasi administrasi, operasi registry. Registri adalah bertanggung jawab untuk menjaga database nama yang terdaftar dalam TLD dikelolanya. Registri menerima informasi pendaftaran dari masing-masing nama domain registrar berwenang untuk menetapkan nama di TLD yang sesuai dan menerbitkan informasi menggunakan layanan khusus, protokol WHOIS. ICANN menerbitkan daftar lengkap pendaftar TLD dan pendaftar nama domain. Informasi pendaftar terkait dengan nama domain dipertahankan dalam sebuah database online dapat diakses dengan layanan WHOIS. Untuk sebagian besar lebih dari 290 kode negara top-level domain (ccTLD), pendaftar domain menjaga WHOIS (pendaftar dan nama server, tanggal kadaluwarsa, dll) informasi. Misalnya, DENIC, Jerman NIC, memegang data domain DE. Sejak sekitar tahun 2001, kebanyakan pendaftar gTLD telah mengadopsi apa yang disebut pendekatan registry tebal, yaitu menjaga data WHOIS di pendaftar pusat bukan database registrar. Untuk COM dan NET nama domain, model registri tipis digunakan. Registri domain (misalnya, VeriSign) memegang dasar WHOIS data (yaitu, registrar dan nama server, dll) Satu dapat menemukan WHOIS rinci (pendaftar, server nama, tanggal kadaluwarsa, dll) di pendaftar.
Beberapa pendaftar nama domain, sering disebut pusat informasi jaringan (NIC), juga berfungsi sebagai pendaftar ke pengguna-akhir. Para pendaftar domain top-level generik besar, seperti untuk COM, NET, ORG, INFO domain, menggunakan model pendaftar-yang terdiri dari banyak pendaftar nama domain. Dalam metode ini manajemen, registri saja. mengelola database nama domain dan hubungan dengan pendaftar. Para pendaftar (pengguna nama domain) adalah pelanggan dari registrar, dalam beberapa kasus melalui tambahan lapisan reseller.

F.    Jenis-jenis catatan DNS

Beberapa kelompok penting dari data yang disimpan di dalam DNS adalah sebagai berikut:
  • A record atau catatan alamat memetakan sebuah nama host ke alamat IP 32-bit (untuk IPv4).
  • AAAA record atau catatan alamat IPv6 memetakan sebuah nama host ke alamat IP 128-bit (untuk IPv6).
  • CNAME record atau catatan nama kanonik membuat alias untuk nama domain. Domain yang di-alias-kan memiliki seluruh subdomain dan rekod DNS seperti aslinya.
  • [MX record]] atau catatan pertukaran surat memetakan sebuah nama domain ke dalam daftar mail exchange server untuk domain tersebut.
  • PTR record atau catatan penunjuk memetakan sebuah nama host ke nama kanonik untuk host tersebut. Pembuatan rekod PTR untuk sebuah nama host di dalam domain in-addr.arpa yang mewakili sebuah alamat IP menerapkan pencarian balik DNS (reverse DNS lookup) untuk alamat tersebut. Contohnya (saat penulisan / penerjemahan artikel ini), http://www.icann.net memiliki alamat IP 192.0.34.164, tetapi sebuah rekod PTR memetakan ,,164.34.0.192.in-addr.arpa ke nama kanoniknya: referrals.icann.org.
  • NS record atau catatan server nama memetakan sebuah nama domain ke dalam satu daftar dari server DNS untuk domain tersebut. Pewakilan bergantung kepada rekod NS.
  • SOA record atau catatan otoritas awal (Start of Authority) mengacu server DNS yang mengediakan otorisasi informasi tentang sebuah domain Internet.
  • SRV record adalah catatan lokasi secara umum.
  • Catatan TXT mengijinkan administrator untuk memasukan data acak ke dalam catatan DNS; catatan ini juga digunakan di spesifikasi Sender Policy Framework.
Jenis catatan lainnya semata-mata untuk penyediaan informasi (contohnya, catatan LOC memberikan letak lokasi fisik dari sebuah host, atau data ujicoba (misalkan, catatan WKS memberikan sebuah daftar dari server yang memberikan servis yang dikenal (well-known service) seperti HTTP atau POP3 untuk sebuah domain.

G.  Perangkat lunak DNS

Beberapa jenis perangakat lunak DNS menerapkan metode DNS, beberapa diantaranya:
Utiliti berorientasi DNS termasuk:
  • dig (the domain information groper)


















BAB III
PENUTUP
  1. A.      KESIMPULAN
Dari makalah ini, kami dapat menyimpulkan beberapa hal tentang DNS, Domain Name System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address.
Fungsi dari DNS adalah menerjemahkan nama komputer ke IP address (memetakan). Client DNS disebut dengan resolvers dan DNS server disebut dengan name servers. Resolvers atau client mengirimkan permintaan ke name server berupa queries. Name server akan memproses dengan cara mencek ke local database DNS, menghubungi name server lainnya atau akan mengirimkan message failure jika ternyata permintaan dari client tidak ditemukan. Proses tersebut disebut dengan Forward Lookup Query, yaitu permintaan dari client dengan cara memetakan nama komputer (host) ke IP address.



Di kutip dari https://aloeveras.wordpress.com/2013/06/19/makalah-domain-name-sarver/

Minggu, 07 Februari 2016

Pengertian Internet

Kali ini saya diberi tugas oleh guru KKPI saya untuk menjelaskan tentang Pengertian dari Internet.

INTERNET

Internet merupakan singkatan dari Interconnected Networking yang berarti jaringan komputer yang saling terhubung antara satu komputer dengan komputer yang lain yang membentuk sebuah jaringan komputer di seluruh dunia, sehingga dapat saling berinteraksi, berkomunikasi, saling bertukar informasi atau tukar menukar data.
Istilah Internet berasal dari bahasa Latin “Inter”, yang berarti “antara”. Secara kata per kata Internet berarti jaringan antara atau penghubung. Memang itulah fungsinya, Internet menghubungkan berbagai jaringan yang tidak saling bergantung pada satu sama lain sedemikian rupa, sehingga mereka dapat berkomunikasi. Secara fisik, internet dapat digambarkan seperti jaring-jaring yang menyerupai jaring laba-laba yang menyelimuti bumi yang terhubung melalui titik-titik (node). Node dapat berupa komputer maupun peralatan (peripheral) lainnya.
dapat di simpulkan bahwa Pengertian Internet itu ialah seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar sistem global Transmission Control Protocol/Internet Protocol Suite (TCP/IP) sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia.

Manfaat Internet


a. Internet sebagai Media Informasi
Internet merupakan media informasi yang sangat terbuka dan nyaris tanpa sensor. Kita dapat membandingkanya dengan media informasi lainnya seperti radio, Koran majalah, atau televisi di mana masih ada informasi yang disembunyikan atau disensor karena adanya aturan dari pemerintah atau karena akan melanggar etika, dan sopan satun. Di internet kita dapat memperoleh informasi mengenai olahraga, pendidikan, sosial, ekonomi, budaya dan hiburan.

b. Internet sebagai Media Dakwah

Perubahan perilaku kehidupan modern saat ini menuntut para Kiai, Rohaniawan, dan para pemimpin agama untuk melakukan dakwah menggunakan media internet. Dengan adanya media internal para umat yang ingin menambah ilmu keagamaannya dapat mengakses website yang ada pada internet.

c. Internet sebagai Media Pendidikan

Melalui internet pada guru, dosen maupun siswa dapat dengan mudah mencari referensi mengenai ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan bidangnya. Dalam internet terdapat banyak sekali referensi, jurnal atau hasil penelitian yang dipublikasikan sehingga para pendidik dapat menambah ilmu dan mengajarkan kepada siswanya.

d. Internet sebagai Media Komunikasi

Dengan adanya fasilitas e-mail atau chatting seperti facebook, twitter, dsb. Dengan fasilitas tersebut kita dapat melakukan pertukaran informasi kepada pengguna internet lainnya yang ada di belahan dunia lainnya.

e.  Internet sebagai Media Bisnis

Dengan menggunakan Internet para pengusaha dapat mengiklankan produknya kepada masyarakat dengan memasarkan secara efektif dan efisien. Selain itu menjadi revolusi pemasaran maksudnya menjamah jutaan masyarakat dengan waktu yang singkat. Perusahaan mempunyai peluang menghemat dana dalam konteks toko on-line untuk memasarkan produknya.

f. Internet sebagai Media Hiburan

Internet bukan saja sebagai sarana untuk memperoleh informasi tetapi internet juga dapat menyajikan hiburan, melalui game server, dapat juga mendownload lagu- lagu dan masih banyak lagi hiburan yang kita bisa dapatkan melalui internet.